DPUPRPKP KOTA MALANG,  KONSEP JEMBATAN KEDUNGKANDANG TAK JAUH BERBEDAH DENGAN SEBELUMNYA
DPUPRPKP KOTA MALANG, KONSEP JEMBATAN KEDUNGKANDANG TAK JAUH BERBEDAH DENGAN SEBELUMNYA

Pembangunan Jembatan Kedungkandang telah dipastikan Pemerintah Kota Malang. Proyek fisik pembangunan jembatan yang menghubungkan wilayah Buring dan Kedungkandang itu pun ditargetkan dimulai pada April 2020 ini. Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPRPKP) Kota Malang akan mengumumkan proses lelang jasa konsultan Jembatan Kedungkandang.

Kepala DPUPRPKP, Ir. Hadi Santoso menyampaikan, sebelum dilakukan lelang, pihaknya akan terlebih dulu melakukan pertemuan dengan LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah). Tujuannya adalah mengetahui lebih mendetail dokumen sebelum diunggah. Hal itu juga untuk meminimalisir adanya kesalahan dokumen.

“Bulan ini lelang jasa konstruksi sudah masuk dan diumumkan di LPSE (Lembaga Pengadaan Secara Elektronik) Kota Malang,” katanya.

Soni, panggilan akrab kepala DPUPRPKP Kota Malang ini menjelaskan, proses lelang kemungkinan dilaksanakan selama satu bulan. Pasca lelang maka pengerjaan fisik baru bisa dilakukan. Sehingga, pembangunan jembatan yang sempat tertunda itu ditargetkan rampung pada 2020 ini. Pasalnya Jembatan Kedungkandang merupakan proyek prioritas di tahun ini.

Dia menyampaikan, proses pembangunan tersebut dilakukan salah satunya juga untuk menyambut dibukanya tol Malang-Pandaan (MAPAN). Sehingga kemacetan yang terjadi bisa lebih terurai. Pasalnya, saat ini kondisi Jembatan Kedungkandang selalu padat setiap saat.

Lebih jauh Soni menerangkan, desain Jembatan Kedungkandang tak jauh berbeda dengan Detail Engineering Design (DED) yang dibuat sebelumnya. Bangunan jembatan akan membentang sepanjang 320 meter, dengan lebar jembatan 14 meter. “Jembatan yang ada sekarang akan tetap digunakan untuk u-turn, dan akan ada trotoar di kanan dan kiri jalan,” imbuhnya.

Dia juga menyampaikan jika sebelumnya dilakukan upaya penambahan beberapa konstruksi. Hal itu sudah dibahas terlebih dulu dengan tim ahli teknis Universitas Brawijaya (UB). Terutama untuk mengukur kondisi tanah dan fondasi awal jembatan. Hasilnya memang perlu ada penguatan di beberapa sisi. (MN).

DPUPRPKP Kota Malang

Website Remi Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman = Tiada Henti Membangun Negeri =

Leave a Reply