DPUPRPKP KOTA MALANG, SEKUAT APAPUN KUALITAS ASPAL, TIDAK AKAN AWET KETIKA SERING KENA AIR
DPUPRPKP KOTA MALANG, SEKUAT APAPUN KUALITAS ASPAL, TIDAK AKAN AWET KETIKA SERING KENA AIR

Orang sering bertanya, bagaimana air hujan bisa membuat jalanan aspal yang keras itu hancur dan berlubang-lubang. Jawabannya adalah, karena air bersifat melarutkan. Ya, hampir semua materi bisa larut dalam air. Dalam bahasa Inggris ada sebuah ungkapan, yang kira-kira begini artinya; “Berikan sedikit waktu, maka air akan melarutkan hampir segalanya”.

Hal ini juga berlaku bagi aspal. Konstruksi jalan aspal tersusun dari batu kerikil, pasir dan bahan-bahan agregat, kemudian semua materi tadi direkatkan oleh semen aspal. Aspal sendiri (atau disebut juga bitumen) adalah bahan hasil tambang, bisa digolongkan dalam minyak bumi (petroleum) yang bersifat lengket, hitam, dan kental.

Jika air menggenang dalam waktu yang lama dan sering di jalan aspal, maka sedikit demi sedikit aspal di jalan tersebut akan larut! Ya, air akan memecah molekul aspal ke bentuk yang lebih kecil lagi sehingga daya rekatnya menjadi berkurang. Jika kamu mulai melihat banyak batu kerikil yang terlepas di jalan beraspal, itu adalah tanda-tanda awal mulai rusaknya struktur jalan tersebut.

Kerusakan menjadi parah karena saat terjadi proses pelarutan aspal, jalan tersebut dilewati oleh kendaraan yang berat. Sehingga struktur jalan yang sedang dalam keadaan lemah tidak kuat menahan beban di atasnya, dan berakhir dengan banyaknya lubang di jalanan.

Hal itu juga yang terjadi di jalan raya Bandulan, karena air tidak bisa masuk ke saluran air, air pun melintas dan mengalir bebas di jalan raya. ” sekuat apapun kualitas aspal, ketika sering tergenang air, dan di lintasi air maka akan terkelupas”, ungkap kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Ir Hadi Santoso ketika sidak jalan terkelupas di Bandulan, selasa 3/3/2020.

Lebih lanjut, pria yang di panggil Soni ini memaparkan, peran aktif dan kesadaran masyarakat sangat penting dalam hal ini, ” janganlah ditutup jalan air masuk ke saluran air dengan di cor, tetap kasih rongga atau afur untuk akses air masuk ke jalanya, biar tidak mengalir di jalan, dan merusak aspal jalan, dan biar aspal dijalan tetap awet”. Pungkasnya. (MN).

 

DPUPRPKP Kota Malang

Website Remi Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman = Tiada Henti Membangun Negeri =

Leave a Reply