ISLAMIC CENTER AKAN DIBANGUN DENGAN FILOSOFI DARI AL-QURAN
ISLAMIC CENTER AKAN DIBANGUN DENGAN FILOSOFI DARI AL-QURAN

Mega proyek Islamic Center (IC) Pemerintah Kota (PEMKOT) Malang, yang dipandegani oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang, digadang-gadang akan menjadi pusat kegiatan keagaman yang modern dan lengkap. Bahkan, IC diharapkan menjadi ikon bagi Kota Malang Bermartabat. Untuk memperkuat kesan ikonik, IC bakal dilengkapi satu menara setinggi 77 meter, Tampaknya menara tersebut bakal menjadi yang tertinggi di Kota Malang. Hal tersebut diungkap dalam pembahasan draft laporan akhir detail engineering design (DED) Islamic Center.

Konsultan pelaksana PT Kosa Matra Graha Sahirwan mengungkapkan, perencanaan mega proyek senilai RP 341 miliar tersebut sebelumnya didesain awal memiliki dua menara. Tetapi dengan berbagai pertimbangan dari tokoh masyarakat dan ahli arsitektur yang dilibatkan, dipilih satu menara yang menonjol.

Sahirwan mengatakan, konsep menara kembar ditinggalkan dan dibuat satu menara untuk mempertahankan keseimbangan tampak bangunan. Menara kembar itu rencananya dibangun setinggi 44 meter. “Awalnya juga ada usulan menara tunggal dibangun hingga 99 meter. Tapi setelah dihitung. itu terlalu tinggi. Sehingga dipilih 77 meter dengan beberapa filosofi,” ujar Sahirwan.

Menara tersebut dibagi menjadi tujuh bagian. Masing-masing memiliki filosofi tersendiri, terutama karena angka tujuh paling banyak muncul dalam ayat-ayat Alquran. Juga ada tujuh tingkatan surga dan tujuh pintu neraka. Ada tujuh lapis langit serta umul Quran atau Surat Al-Fatihah memiliki tujuh ayat. “Filosofi lain, surat ke- 7 di Alquran adalah Al-A’raf yang artinya tempat tertinggi,” ujar pria yang juga Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Malang itu.

Bagian ketiga menara, lanjutnya, dibuat setinggi 11 meter yang merupakan simbol penjumlahan dari enam rukun iman dan lima rukun Islam. “Pada bagian itu juga menggunakan ornamen segi delapan atau hexagonal,” terangnya. Beberapa perubahan final lain yang dilakukan yakni struktur dan bentuk kubah yang diadaptasi dari kubah-kubah yang khas Malang juga desain mihrab yang diperbaiki tampilannya.  (MN).

DPUPRPKP Kota Malang

Website Remi Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman = Tiada Henti Membangun Negeri =

Leave a Reply