PERBEDAAN DAN PERSAMAAN JEMBATAN KACA NGALAM INDONESIA DENGAN ZIANGJIAJIE CINA
PERBEDAAN DAN PERSAMAAN JEMBATAN KACA NGALAM INDONESIA DENGAN ZIANGJIAJIE CINA

Jembatan kaca Ziangjiajie yang berada di Tiongkok China, menjadi inspirasi Wali Kota  Malang H. M. Anton dalam keinginannya untuk membangun jembatan kaca di Kota Malang. Keinginannya itu akhirnya direalisasikan oleh mahasiswa Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan PT Indana Paint dengan membangun sebuah jembatan kaca Ngalam Indonesia.

Jembatan kaca yang membentang dari Kampung Warna Warni Jodipan hingga Kampung 3D berada tepat di atas sungai Brantas. Meski jembatan kaca Ngalam Indonesia dengan jembatan kaca Ziangjiajie sama-sama jembatan kaca, ada hal yang membedakan kedua jembatan tersebut.  Secara fisik jelas kedua jembatan ini memiliki perbedaan yang begitu mencolok. Jembatan kaca Ngalam Indonesia memiliki panjang 20 meter dan lebar 1.25 meter. Jembatan ini berada di ketinggian 9,5 meter dari permukaan. Sedangkan jembatan kaca Ziangjaijie memiliki panjang mencapai 430 meter dengan lebar 6 meter. Jembatan ini diklaim menjadi jembatan tertinggi di dunia karena berada di ketinggian 300 meter dari permukaan tanah.

Secara letak, jembatan ini juga memiliki perbedaan yang begitu mencolok. Yakni jembatan kaca Ngalam Indonesia menjadi penghubung dua kawasan wisata padat penduduk yang membentang di atas sungai Brantas. Sedangkan jembatan kaca di Tiongkok ini menghubungkan dua buah tebing tinggi di Hunan.

Jembatan kaca hasil CSR PT Indana paint ini memiliki kapasitas 50 orang dengan perhitungan tiap meter perseginya mampu menahan beban seberat 200 kilogram. Sedangkan jembatan kaca di negeri China mampu menampung 8.000 pengunjung setiap harinya.

Untuk menjamin keselamatan pejalan kaki yang melintasinya jembatan kaca di Kota Malang yang diprediksi akan semakin menarik wisatawan ini meggunakan kaca jenis tempered dengan ketebalan 2,5 senti meter. Sedangkan jembatan kaca di Tiongkok menggunakan kaca tiga lapis dengan ketebalan mencapai 5 sentimeter.

Dalam merealisasikannya Pemkot Malang memilih, memanfaatkan kreativitas dan keahlian pemuda Kota Malang dari Mahasiswa Teknik Sipil UMM. Hal ini sebagai bentuk apresiasi dari Pemkot Malang dan memberikan wadah kepada ahli-ahli muda untuk berkembang di Kota Malang. Berbeda dengan pembangunan jembatan kaca di China, pemerintah memilih menggunakan tenaga ahli yang tergabung dalam sebuah tim.

Meski memiliki perbedaan yang begitu mencolok, kedua jembatan ini sama-sama menjadi destinasi wisata baru yang memacu adrenalin bagi wisatawan yang berkunjung. Keduanya juga diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.  (MN),

DPUPRPKP Kota Malang

Website Remi Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman = Tiada Henti Membangun Negeri =

Leave a Reply