SATGAS DPUPRPKP KOTA MALANG TEMUKAN BAMBU 5 METER SAAT NORMALISAI SALURAN AIR DI SIGURA-GURA
SATGAS DPUPRPKP KOTA MALANG TEMUKAN BAMBU 5 METER SAAT NORMALISAI SALURAN AIR DI SIGURA-GURA

 

Satuan Tugas (SATGAS) Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, dibuat agak kesulitan dan susah payah, pasalnya, saat melakukan pemantauan dan normalisasi saluran air, ada bambu dengan panjang kurang lebih 5 meter masuk dalam saluran air.

Disamping itu juga masih saja menemukan banyak sampah-sampah yang dibuang oleh oknum yang tidak bertanggung jawab di saluran air di kawasan Jalan Sigura-Gura, Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, jum’at 16/4/2021.

Dengan sigap dan sekuat tenaga SATGAS DPUPRPKP Kota Malang berupaya mengeluarkan bambu dan sampah-sampah yang menyangkut dan memadati didalam saluran tersebut, karena hal tersebut, air yang seharusnya mengalir di jalanya yaitu di saluran air, berpindah mengalir di jalan raya dan menimbulkan genangan air di sekitarnya.

Kabid Bina Marga (BM), DPUPRPKP Kota Malang, Eko Setyo Mahanani menjelaskan, awalnya petugas mendapatkan laporan dari masyarakat adanya saluran yang airnya meluber hingga ke bahu jalan.

Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh personel SATGAS dengan menuju lokasi. Saat tiba dilokasi, petugas mendapati air nampak meluber hingga membasahi jalan.

Dari situ petugas langsung masuk ke saluran dan kemudian mencari penyebab melubernya air pada saluran tersebut. “Setelah ditelusuri oleh petugas, ditemukan bambu sepanjang 5 meter melintang didalam saluran air, disertai sampah-sampah yang menyangkut dibambu dan menyumbat pada saluran air,” terangnya.

Yang membuat heran dan geleng kepala, bukan hanya banyaknya sampah saja, namun dalam saluran juga ditemukan bambu sepanjang kurang lebih 5 meter berada dalam saluran. “Kok bisa selonjor bambu dengan panjang segitu bisa masuk disaluran air, dan akhirnya oleh tim SATGAS, kemudian bambu tersebut diambil, diangkat, dan sampah-sampah juga dibersihkan dan hasilnya saluran kembali lancar,” terangnya.

Untuk itu, pihaknya kembali mengimbau agar masyarakat meningkatkan kesadarannya untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Tentunya hal tersebut dilakukan dengan tidak membuang sampah pada saluran air serta tidak dengan sengaja mempersempit saluran air.

“Saluran itu dipergunakan untuk mengalirkan air, sehingga dapat menghindarkan dari banjir dan kerusakan struktur yang lain. Semoga masyarakat dapat menjaga keberlangsungan saluran dan menghindarkan dari penggunaan saluran diluar fungsinya,” pungkasnya. (MN).

 

DPUPRPKP Kota Malang

Website Remi Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman = Tiada Henti Membangun Negeri =

Leave a Reply