DEMI KEAMANAN PENGUNJUNG, MATOS SIAP LENGKAPI KEKURANGAN PENGURUSAN SLF
DEMI KEAMANAN PENGUNJUNG, MATOS SIAP LENGKAPI KEKURANGAN PENGURUSAN SLF

Dalam pengujian Sertifikat Laik Fungsi (SLF), masih ada beberapa item yang kurang dari pihak pusat perbelanjaan Malang Town Square (Matos) terkait masalah keamanan pengunjung. Kekurangan itu diketahui saat tim Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang melakukan pemeriksaan persyaratan SLF di Matos.

Kasubag UPT Pemadan Kebakaran (DAMKAR) Kota Malang Suhatim usai melakukan pemeriksaan persyaratan sertifikat laik fungsi (SLF) menilai manajeman Matos harus memasang jalur evakuasi darurat setiap lantai dan legalitas dari dinas terkait. “Hasil pemeriksaan, saya menilai ada beberapa kekurangan yang harus dilengkapi pihak Matos, terutama membuat akses jalur evakuasi yang belum terpasang di setiap dinding per lantai dan tanda tangga darurat,” ujar pria berkaca mata ini.

Tak hanya itu. Selain akses darurat, juga arah toilet untuk kaum difabel belum  terpasang sebagaimana yang ada di persyaratan SLF.  Kemudian, ketika dia menguji hidran yang berada di luar area parkir luar, juga ada kendala pada sambungan hidran tersebut.
“Kami cek pompa air hydrant ternyata sambungannya sobek, akhirnya air meluber kemana-mana. Kami ingin segera dibersihkan dan memeriksakan sambungan hydrantnya, agar bila hydrant digunakan air mengalir lancar,” terangnya. Pihak Matos juga harus segera melakukan legalitas dinas terkait. Di antaranya Dinas Tenaga Kerja, Damkar, dan Satpol PP. Kelengkapan yang harus dipenuhi dari dinas tersebut di antaranya smoke, sprinkler, tanda titik kumpul, dan fire house.

Kemudian tak hanya pemeriksaan jalur evakuasi dan pemeriksaan akses pemadam kebakaran saja. Pihak Matos juga harus segera melengkapi kekurangan persyaratan SLF. Di antaranya menyerahkan berkas fotokopi izin mendirikan bangunan (IMB) terbaru, amdal lalin, izin air bawah tanah, sertifikat laik operasional (SLO), surat jaminan kontruksi. Selain itu, Matos perlu mengurus amdal lingkungan yang baru sesuai dengan izin IMB yang terbit, pemasangan listrik kabel yang menempel pada dinding kolom lantai dua juga belum aman, grounding belum siap, dan IMB lantai empat juga harus diperbarui.

Sementara itu, menanggapi kekurangan hal tersebut, Asisten Operasional Matos Sutan Darmawan dan akan serius dan segera menindaklanjuti kekurangan dari persyaratan kepengurusan SLF secepatnya.
“Usai diperiksa kelaikan bangunan, memang ada beberapa kekurangan. Namun kekurangan itu akan segera kami tindak lanjuti secara keseluruhan,” kata Sutan Darmawan.

Menurut dia, dalam melengkapi kekurangan persyaratan SLF itu, pihaknya memang dituntut dan ditarget segera memiliki sertifikat SLF. “Kami ingin secepatnya memiliki sertifikat itu karena sangat penting untuk memberikan keamanan dan kenyamanan pengunjung maupun customer Matos. Karena di sini tempat jujugan orang ingin bersenang-senang, kami akan memberi fasilitas sebaik mungkin,” ujar Sutan.

Sutan menerangkan, kekurangan dari hasil uji pemeriksaan SLF itu bakal dijadikan masukan bagi manajemen Matos untuk menjadikan mal yang operasionalnya berstandar.
“Sangat penting bangunan itu harus layak secara fungsional dan operasionalnya. Karena Matos sebagai tepat pelayanan yang menjadi kebutuhan publik, kami ingin segera mungkin mendapat sertifikat tersebut,” tegasnya.

Disinggung berapa lama target untuk melengkapi kekurangan persyaratan SLF, kata Sutan, secepatnya pihak Matos akan mengajukan surat kembali ke DPUPR Kota Malang untuk menindaklanjuti kekurangan dari hasil uji pemeriksaan tersebut. (MN).

DPUPRPKP Kota Malang

Website Remi Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman = Tiada Henti Membangun Negeri =

Leave a Reply